JAKARTA SELATAN, 31 Agustus 2026 — Komitmen Wakaf Warrior dalam mengembangkan wakaf produktif memasuki sektor pertanian melalui budidaya porang. Hal tersebut ditandai dengan kehadiran Founder Wakaf Warrior Herri Setiawan bersama Fidiyarini Parti
JAKARTA SELATAN, 31 Agustus 2026 — Komitmen Wakaf Warrior dalam mengembangkan wakaf produktif memasuki sektor pertanian melalui budidaya porang. Hal tersebut ditandai dengan kehadiran Founder Wakaf Warrior Herri Setiawan bersama Fidiyarini Partiwi dalam kegiatan Porang Growth Experience sekaligus tanam perdana porang di Lahan Pertanian SMK Negeri 63 Jakarta, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (31/8).
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena berlangsung bersamaan dengan Gerakan Tanam Serentak Tanaman Pangan Pendamping Beras se-DKI Jakarta. Di SMK Negeri 63 Jakarta, sebanyak 200 bibit porang turut ditanam sebagai bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan dan diversifikasi pangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Hani Pramono Anung, Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta, yang memimpin pencanangan gerakan tanam pangan pendamping beras. Kegiatan juga dihadiri Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim, yang secara khusus menyampaikan pentingnya kepastian pasar dalam pengembangan budidaya porang.
Bagi Wakaf Warrior, kegiatan ini bukan sekadar seremoni penanaman. Porang menjadi salah satu pilihan komoditas dalam strategi pengembangan harta benda wakaf di sektor pertanian, melalui kolaborasi dengan PT Senyum Karya Indonesia (SKI).
Porang (Amorphophallus muelleri) merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku industri pangan maupun obat-obatan. Kandungan glukomanannya juga membuat porang potensial dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional dan pangan alternatif. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mencatat peluang pasar dan ekspor produk porang masih terbuka, meskipun pengembangannya membutuhkan budidaya dan pascapanen yang baik.
Menariknya, dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim menyoroti bahwa salah satu tantangan pertanian adalah kepastian pasar. Kolaborasi dengan PT SKI dinilai penting karena menyediakan jalur pemasaran bagi hasil budidaya porang.
Keterlibatan Wakaf Warrior dalam Porang Growth Experience menjadi langkah awal untuk menghadirkan model wakaf produktif yang terhubung langsung dengan sektor riil: dari aset wakaf, lahan pertanian, budidaya porang, hingga penciptaan nilai ekonomi dan manfaat sosial.
Bagi Wakaf Warrior, porang bukan sekadar tanaman yang ditanam hari ini. Ia adalah bagian dari ikhtiar menjadikan wakaf sebagai aset yang tumbuh, produktif, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.