Jakarta, 4 Agustus 2026 – Wakaf produktif Indonesia memasuki babak baru. Dalam Diskusi Pengembangan Wakaf Produktif melalui Pemetaan Proyek Strategis yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keua
Jakarta, 4 Agustus 2026 – Wakaf produktif Indonesia memasuki babak baru. Dalam Diskusi Pengembangan Wakaf Produktif melalui Pemetaan Proyek Strategis yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di The Westin Jakarta, Wakaf Warrior memperkenalkan inisiatif proyek strategis wakaf senilai Rp1,67 triliun sebagai kontribusi dalam mendukung pembentukan Lembaga Pembiayaan Pembangunan Berbasis Wakaf (LP2BW)/Indonesia Sharia Economic Development Fund (ISEDF). Forum ini menjadi wadah bagi para nazhir untuk memberikan masukan dalam penyusunan model bisnis dan penguatan kelembagaan LP2BW sebagai instrumen pembiayaan pembangunan nasional berbasis wakaf.
Mewakili Wakaf Warrior, Herri Setiawan, Founder Wakaf Warrior, menegaskan bahwa masa depan wakaf tidak cukup berhenti pada pengelolaan aset, tetapi harus bertransformasi menjadi instrumen pembangunan yang mampu menciptakan nilai ekonomi (value creation) dan dampak sosial (impact creation) secara berkelanjutan.
Melalui paparan Productive Waqf Development Initiative, Wakaf Warrior memperkenalkan tiga inisiatif proyek strategis. Pertama, Klaster Ketahanan Pangan, berupa pengembangan kawasan peternakan terpadu yang terintegrasi dengan Rumah Potong Hewan (RPH) Halal Modern, sebagai pengembangan dari program yang telah dijalankan melalui inovasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD). Kedua, Klaster Kesehatan, melalui pengembangan dan jaringan klinik dan rumah sakit wakaf di Batam dan Padang, yang didukung pengembangan pembiayaan melalui CWLS, CWLD, serta kemitraan strategis dengan investor. Ketiga, Klaster Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Sumbawa, yang sejalan dengan RUPTL PLN 2025–2034 dan agenda transisi energi nasional.
Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi Wakaf Warrior. Untuk pertama kalinya, lembaga ini memperkenalkan inisiatif proyek-proyek strategis wakaf dengan estimasi nilai pengembangan mencapai Rp1,67 triliun di hadapan para pemangku kepentingan dari Kementerian Keuangan, KNEKS, DEKS Bank Indonesia, Bappenas, Kementerian Agama, serta berbagai lembaga nazhir wakaf produktif.
Forum ini sekaligus memperkuat arah baru pengembangan wakaf nasional. Kehadiran LP2BW/ISEDF diharapkan menjadi katalis yang menghubungkan proyek-proyek wakaf produktif dengan ekosistem pembiayaan, investasi, dan kolaborasi lintas sektor sehingga manfaat wakaf dapat berkembang dalam skala yang lebih luas.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghafur, mengapresiasi forum tersebut. Menurutnya, paparan para nazhir menunjukkan banyak inovasi dan program wakaf produktif yang telah berjalan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Saya sangat mengapresiasi forum ini. Dari paparan para nazhir, kita melihat begitu banyak inisiatif dan program-program luar biasa yang sebagian telah berjalan. Saya sendiri banyak belajar dari berbagai inovasi perwakafan yang dikembangkan para nazhir," ujarnya.
Waryono juga menegaskan bahwa para nazhir tidak boleh berjuang sendirian.
"Kementerian, lembaga pemerintah, regulator, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan wajib membersamai para nazhir. Wakaf memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan nasional. Karena itu, kita harus memastikan agar kiprah wakaf benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan menghadirkan maslahat yang semakin luas," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Herri Setiawan menilai forum ini menjadi momentum untuk mengubah potensi wakaf menjadi proyek-proyek strategis yang berdampak nyata.
"Indonesia tidak kekurangan potensi wakaf. Yang kita butuhkan adalah keberanian membangun proyek-proyek strategis melalui kolaborasi. Kehadiran LP2BW menjadi momentum untuk mempercepat transformasi wakaf sebagai salah satu pilar pembangunan nasional," ujarnya.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Wakaf Warrior optimistis wakaf akan berkembang menjadi instrumen pembangunan yang modern, produktif, dan berkelanjutan. Wakaf bukan sekadar mengabadikan harta, tetapi mengabadikan manfaat bagi generasi yang akan datang.