Bandung, 23 Juli 2026 – Gagasan transformasi kelembagaan wakaf menjadi sorotan dalam sesi Leaders Talk bertema "Masa Depan Wakaf Indonesia: From Charity Institution to Endowment Corporation" pada Waqf Leaders' Summit 2026 yang diselenggarakan Fo

Indonesia Butuh Nazhir Kelas Dunia

Bandung, 23 Juli 2026 – Gagasan transformasi kelembagaan wakaf menjadi sorotan dalam sesi Leaders Talk bertema "Masa Depan Wakaf Indonesia: From Charity Institution to Endowment Corporation" pada Waqf Leaders' Summit 2026 yang diselenggarakan Forum Wakaf Produktif (FWP) selama dua hari, 22–23 Juli 2026.

Dalam paparannya, Herri Setiawan, Founder Wakaf Warrior, Direktur AWQAF Institute, sekaligus Bendahara Forum Wakaf Produktif, menegaskan bahwa tantangan terbesar wakaf Indonesia saat ini bukan lagi terletak pada besarnya potensi aset, melainkan pada kapasitas institusi nazhir yang mengelolanya. 

"Masa depan wakaf Indonesia tidak ditentukan oleh seberapa besar potensi wakaf yang dimiliki, tetapi oleh seberapa siap institusi nazhir mengubah potensi tersebut menjadi dampak nyata," ujarnya di hadapan peserta yang terdiri dari nazhir, akademisi, praktisi keuangan syariah, regulator, dan pegiat filantropi Islam.

Mengawali presentasi, Herri mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan wakaf mampu menjadi instrumen penting dalam membangun peradaban dan berkontribusi pada berbagai sektor pembangunan. Karena itu, menurutnya, diskusi saat ini seharusnya tidak lagi mempertanyakan kemampuan wakaf, melainkan bagaimana membangkitkan kembali potensi besar tersebut melalui transformasi kelembagaan. 

Ia kemudian mengajak peserta merenungkan sebuah pertanyaan, "Jika hari ini Allah menitipkan mega proyek wakaf bernilai triliunan rupiah kepada Indonesia, apakah kita sudah memiliki institusi yang siap mengelolanya?" Dari pertanyaan tersebut, Herri menegaskan bahwa potensi tidak akan pernah berubah menjadi manfaat apabila institusi pengelolanya tidak bertumbuh. 

 Indonesia Tidak Kekurangan Aset Wakaf

Menurutnya, Indonesia sesungguhnya tidak kekurangan aset wakaf. Dengan potensi wakaf uang sekitar Rp181 triliun dan aset wakaf yang diperkirakan bernilai ribuan triliun rupiah, persoalan utama justru berada pada keterbatasan institusi nazhir yang mampu mengelolanya secara profesional. "Masalah wakaf Indonesia bukan kekurangan aset, tetapi kekurangan institusi nazhir yang besar," tegasnya. 

Paradoks Nazhir

Dalam kesempatan tersebut, Herri memperkenalkan konsep The Missing Middle dan The Nazhir Transformation Gap, yaitu kesenjangan antara besarnya potensi wakaf dengan dampak yang dihasilkan akibat lemahnya kapasitas kelembagaan nazhir. Hambatan tersebut mencakup aspek SDM, tata kelola, teknologi, kepemimpinan, model bisnis, kolaborasi, inovasi, hingga kemampuan melakukan scale-up. 

Sebagai solusi, ia menawarkan kerangka Evolution of Nazhir, yakni peta jalan transformasi nazhir dari sekadar penjaga aset menjadi institusi berdampak global. Tahapan tersebut dimulai dari Nazhir 1.0 (Penjaga Aset) hingga Nazhir 6.0 (Global Impact Institution), dengan target utama membangun lembaga wakaf yang profesional, produktif, berkelanjutan, dan mampu mengelola dana abadi secara modern. 

Perubahan adalah keniscayaan

Herri juga memperkenalkan Five Strategic Shift sebagai arah transformasi wakaf Indonesia, yaitu perubahan dari Asset Management menuju Institution Building, Charity menuju Endowment Economy, Fundraising menuju Investment Management, Competition menuju Collaboration, serta Program menuju Impact. Menurutnya, lima perubahan tersebut menjadi fondasi bagi lahirnya lembaga wakaf yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi umat dan bangsa. 

Pada bahasan yang lain, Tatang Astarudin, selalu Wakil Ketua BWI juga menegaskan Nazhir yang besar, bukan diukur dari besarnya jumlah aset yang dikelola. Tetapi dari dampak yang dapat disalurkan kepada penerima manfaat. 

Sesi Leaders Talk ini menjadi salah satu agenda utama dalam Waqf Leaders' Summit 2026 karena menghadirkan perspektif baru bahwa transformasi wakaf harus dimulai dari penguatan institusi nazhir. Melalui forum ini, Forum Wakaf Produktif berharap lahir kolaborasi yang lebih luas untuk membangun ekosistem wakaf Indonesia yang profesional, inovatif, dan berdampak berkelanjutan bagi kesejahteraan umat. 

Info Terbaru Lainnya

Banner Info Terbaru Wakaf Warrior Perkenalkan Inisiatif Proyek Strategis Wakaf Senilai Rp1,67 Triliun, Menandai Babak Baru Pengembangan Wakaf Produktif Nasional
Banner Info Terbaru Korporatisasi Wakaf, Dorong Transformasi Nazhir Menuju Pengelolaan Wakaf yang Profesional dan Produktif
Banner Info Terbaru Wakaf Warrior dan BRK Syariah Tandatangani MoU dan Perjanjian Kerja Sama Induk CWLD untuk Perkuat Ekosistem Wakaf Uang Nasional